Bupati Demak Serahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2021

Penulis:   Samsul Maarif | Editor:  SM
oleh

DEMAK, Metasatu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Demak menggelar Rapat Paripurna ke-11 masa sidang dua Tahun 2022 tentang Penyerahan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Demak Tahun Anggaran 2021, Senin (30/5).

Dalam pembukaannya, Ketua DPRD Demak, HS Fahrudin Bisri Slamet menjelaskan, berdasarkan UU No. 23 tahun 2014, UU No.9 Tahun 2015, dan UU No. 16 Tahun 2003 tentang Pemerintah Daerah bahwa salah satu kewajiban Kepala Daerah adalah menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD.

“Berupa laporan keuangan paling lambat enam bulan setelah tahun anggaran berakhir,” demikian dikatakan Slamet saat memimpin jalannya Rapat Paripurna di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Demak yang diikuti sebanyak 36 anggota dewan dan para pejabat setempat.

Sebelum penyerahan Raperda, Bupati Demak dr. Hj Eistianah menyampaikan laporan dihadapan para Anggota Dewan. Ia mengatakan bahwa laporannya telah melalui pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tanggal (26/4) yang lalu dan mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

Secara umum pada tahun anggaran 2021 pendapatan dengan realisasi 3,4 triliun, naik 1,35% terhadap realisasi anggaran pada pada tahun sebelumnya.

“Realisasi pendapatan tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah sebesar 445 Milyar, Pendapatan Transfer sebesar 1,8 Triliun, dan lain-lain Pendapatan Daerah yang sah sebesar 126 Milyar Rupiah,” terang Eistianah.

Kemudian, lanjut Eistianah, untuk realisasi anggaran Belanja Daerah sendiri sebesar 1,9 Triliun yang juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Realisasi belanja tersebut diantaranya Belanja Operasi sebesar 1,7 Triliun, Belanja Modal sebesar 279 milyar, Belanja tidak terduga sebesar 0% dikarenakan pembebanan biaya untuk penanganan Covid sudah dianggarkan dalam belanja-belanja di SKPD terkait dan anggaran belanja Transfer sebesar 437 juta.

“Dengan demikian, maka sisa lebih pembiayaan APBD (Silpa) tahun 2021 sebesar 242 Milyar, dan Saldo anggaran lebih diawal tahun 2021 sebesar 242 Milyar Rupiah,” ucapnya.

Eistianah menambahkan, untuk Laporan Operasional (LO) sendiri per 31 Desember 2021. Pendapatan LO sebesar 2,1 triliun, sehingga nilai ekuitas akhir Pemerintah Kabupaten Demak tahun 2021 sebesar 5,9 Triliun Rupiah.

Sedangkan dari jumlah aset sendiri sebesar 5,9 Triliun, terdiri dari aset lancar sebesar 355 Milyar, investasi jangka panjang sebesar 340 Milyar, nilai buku aset tetap sebesar 5,1 Triliun serta nilai buku aset lainnya 20 Milyar Rupiah. Untuk jumlah kewajiban jangka pendek sendiri sebesar 35 milyar, total ekuitas sebesar 5,9 triliun.

Sementara untuk Laporan Arus Kas, pemerintah Kabupaten Demak mencatat saldo awal kas daerah sebesar 245 Milyar.

“Adapaun saldo kas di bendahara umum Sekda 2021 sebesar 150 Milyar, kas di bendahara badan layanan umum daerah (BLUD) sebesar 105 Milyar. Dan, Kas di bendahara bantuan operasional sekolah (BOS) sebesar 4,5 Milyar. Sehingga pada akhir tahun anggaran 2021 pemerintah kabupaten demak terdapat saldo akhir sebesar 259 Milyar Rupiah.” pungkasnya.

Rapat ditutup dengan penyerahan Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Demak Tahun Anggaran 2021 oleh Bupati Demak, dr Hj Eistianah didampingi wakilnya KH. Ali Makhsun kepada Ketua DPRD Demak, HS Fahrudin Bisri Slamet beserta wakilnya Nur Wahid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.