Bimari Cup I 2022 Masih Minim Fasilitas

Penulis:   Sri Rohmatiah | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Kolase foto para juara Bimari Cup I 2022. Foto: Ist

MADIUN. Metasatu.com– Atlet Shokaido Kabupaten Madiun berhasil menyabet 1 emas, 4 perunggu dan 5 perak di Kejuaraan Karate Bimari Cup I Tahun 2022.

Kejuaraan karate antar pelajar se-Jawa timur itu diselenggarakan oleh Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) pada tanggal 19-20 Maret 2022 untuk memperebutkan piala bupati.

Wakil Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, di Pendopo Ronggo Djumeno, berharap kegiatan ini mampu membangkitkan kembali karate dengan mencetak atlet-atlet unggulan yang berkualitas.

Diikuti 38 kontingen dengan 1.400 atlet, Ketua Shokaido Madiun Dony Kuswoyo mengatakan kepada Metasatu, Bimari Cup I merupakan event pertama kali dilaksanakan oleh Forki, KONI dan Disparpora.

“Dan luar biasa,” ujar Dony, Kamis (24/3/2022)

Terkait tempat kejuaraan Bimari Cup I Tahun 2022 yang dilaksanakan di gedung PGRI Kabupaten Madiun, Dony Kuswoyo berpendapat banyak yang harus dibenahi oleh Pemkab Madiun terutama fasilitas olahraga.

“Kemarin panitia pelaksana, menggunakan fasilitas gedung biasa yang bukan gedung olahraga sehingga terdapat banyak penumpukan atlet. Tidak ada tempat istirahat untuk orang tua dan atlet yang belum atau setelah tanding.”

Beberapa kontingen dari luar kota pun mengeluhkan tidak adanya stretching area. Sebelum bertanding, para atlet tidak ada tempat untuk peregangan, pemanasan, sehingga perform kurang maksimal.

Dony menambahkan, kendala teknis yang terjadi pada saat pelaksanaan adalah terkait bagan pertandingan. Di mana bagan tersebut belum terdistribusikan dengan baik kepada kontingen yang bertanding, sehingga banyak atlet yang diskualifikasi.

“Harapan ke depannya apabila kita menyelenggarakan kegiatan seperti itu lagi dengan antusiasme peserta yang luar biasa kita sudah siap,” ujar Dony.

Ketua Forki, Nurhita Galuh Pusponegoro memberi keterangan kepada metasatu jika di Kabupaten Madiun belum ada GOR.

“Nuwun sewu sementara memang di Kabupaten Madiun belum punya GOR,” tutur Galuh melalui pesan pribadi.

Selain itu, Nurhita Galuh Pusponegoro mengatakan, kejuaraan digelar bertujuan untuk mengembangkan kegiatan karate yang telah lama vakum di perlombaan. Dengan kejuaraan ini bukan hanya menciptakan atlet karate saja, tetapi bisa meningkatkan pariwisata di Kabupaten Madiun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.