Bebas Perdagangan Daging Anjing, Purbalingga Diganjar DMFI Award

Penulis:   Prajna Buntarti | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Purbalingga Mukodam SPt menerima penghargaan DMFI Award. Foto: Humas pemkab Purbalingga

PURBALINGGA, Metasatu.com – Kabupaten Purbalingga menerima penghargaan Dog Meat Free Indonesia (DMFI) dari Yayasan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Kesejahteraan Hewan.

Penghargaan ini diberikan oleh Perwakilan Koalisi DMFI Internasional dari Humane Society International USA, bersama dengan Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner dari Kementerian Pertanian kepada Bupati Purbalingga yang diwakili Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Purbalingga Mukodam SPt, Kamis (17/3/2022) di Hotel Tentrem, Semarang.

Kepala Dinpertan Purbalingga Mukodam SPt menyebutkan, penghargaan ini diberikan karena Kabupaten Purbalingga termasuk daerah yang bebas dari peredaran/perdagangan daging anjing. Hal ini berkat komitmen Bupati Purbalingga yang menerbitkan Surat Edaran (SE) Bupati Nomor 035/10540 Tanggal 1 Oktober 2018 tentang Peningkatan Pengawasan Terhadap Peredaran/Perdagangan Daging Anjing.

“Dari pantauan Dinpertan, sejak terbitnya SE Bupati tersebut dalam tiga tahun belakangan tidak ditemukan lagi adanya penyembelihan/penjualan/perdagangan daging anjing. Bahkan di Purbalingga tidak ada warung makan yang khusus menyajikan daging anjing,” ungkap Mukodam usai mengikuti acara DMFI Awards 2022: Celebrating Dog Meat-Free Cities and Regencies in Central Java: Protecting Public and Animal Health & Safety.

Mukodam juga menjelaskan, melalui SE tersebut, Purbalingga tidak ingin seperti beberapa daerah lain yang melegalkan daging anjing. SE tersebut dibuat dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat dan kesejahteraan hewan.

“Anjing bukanlah hewan ternak dan konsumsi. Sehingga tidak layak untuk dikonsumsi baik dari sisi kesehatan maupun perlindungan hewan,” katanya.

Disamping memberi larangan terhadap peredaran/perdagangan daging anjing, SE tersebut juga memberikan pengarahan kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Lurah dan Kepala Desa untuk turut mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat.

“Perlu edukasi terkait adanya risiko penularan zoonosis akibat mengkonsumsi daging anjing,” katanya.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga agar Purbalingga menjadi kabupaten yang bersih peredaran dan perdagangan daging anjing. SE Bupati di atas juga mengamanatkan agar siapapun yang mendapati adanya peredaran dan atau perdagangan daging anjing di Purbalingga untuk dilaporkan kepada pejabat yang berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.