Bahan Kebutuhan Pokok di Pasar Oesapa Kupang Masih Tinggi

Penulis:   Fredy Suni | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Suasana Pasar Oesapa Kupang. Foto: Fredy Suni

KUPANG, Metasatu.com – Memasuki H+4 Lebaran 2022, sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di pasar tradisional Oesapa, Kelapa Lima, Kupang, Nusa Tenggara Timur masih melambung tinggi.

Tingginya biaya konsumsi rumah tangga tidak terlepas dari minat belanja masyarakat akan kebutuhan rumah tangga mereka. Ada pun harga barang kebutuhan pokok yang masih dikeluhkan oleh sejumlah pengunjung, yakni harga minyak goreng, daging ayam broiler, cabai, dan lainnya.

“Meskipun puncak arus lebaran 2022 sudah memasuki H+4, namun harga minyak goreng, daging ayam brolier, cabai merah dan keriting masih belum turun,” ujar Mama Deta kepada Metasatu, Sabtu (7/5/2022).

Menurut Melisa, mahasiswi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.  kenaikan harga pokok rumah tangga ini, disebabkan karena ramainya pengunjung ke pasar Oesapa dan sekitarnya.

“Sebelum arus mudik 2022, katong (kami) tidak pernah merasakan keramaian seperti saat ini di pasar, termasuk juga kenaikan harga pokok belanja rumah tangga,” ujarnya.

Dari pantauan Metasatu di sejumlah pasar tradisional kota Kupang dan sekitarnya, puncak arus mudik Lebaran 2022 bukan hanya di jalur transportasi darat, laut, dan udara. Tetapi di sejumlah titik ruang publik, salah satunya adalah pasar Oesapa.

Baik Mama Deta mapun Melisa berharap rekan-rekannya jeli dalam membelanjakan kebutuhan yang benar-benar penting.

Menanggapi keluhan konsumen, salah satu pedagang di Pasar Oesapa menyebut pihaknya juga tidak bisa apa-apa.

“Pedagang tidak bisa menghindari kenaikan harga barang, termasuk cabai karena sistem kerja kami adalah saling operan dari tangan ke tangan. Jadi, kami pun harus memutar otak untuk mendapatkan sedikit tambahan dari modal awal kami,” terangnya.

Ia pun melanjutkan, beberapa bulan ini memang harga cabai tidak menentu. Imbas kenaikan harga minyak goreng nasional, terutama di Kota Kupang sendiri yang masih berkisar di Rp 29-30 ribu per liter.

Baik pembeli maupun pedagang sama-sama berharap kenaikan sejumlah kebutuhan pokok egera turun. Terlebih banyak warga yang sudah lama menderita akibat pandemi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.