Apes, Hendak Antar Pesanan DY Dibekuk Polres Pringsewu

Penulis:   Komariah | Editor:  Komariah
oleh
Tersangka DY, saat digelandang ke Mapolres Pringsewu. Foto : Humas Polres Pringsewu

PRINGSEWU, Metasatu.com — Seorang pria diduga pengedar Narkotika jenis sabu, berinisial DY (25), warga Pekon Margakaya Kabupaten Pringsewu, Lampung, disebut gagal melancarkan aksinya. Pasalnya, DY diciduk Satres Narkoba Polres Pringsewu saat hendak mengantar pesanan kepada salah satu pemesan.

Kasat Narkoba AKP Khairul Yassin Ariga, S.Kom mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi, SIK, MIK, menjelaskan, DY disergap Polisi pada Rabu (21/4/2022) malam sekira pukul 21.00 WIB saat hendak mengantarkan pesanan sabu kepada salah satu pemesan.

“Tersangka kami amankan saat sedang mengantarkan pesanan sabu dan berada di ruas jalan Pekon Margakaya, saat ditangkap tersangka tidak melakukan perlawanan kepada petugas,” ujar Kasat Narkoba kepada awak media, pada Sabtu (23/4/2022) siang.

Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut, lanjut Kasat, berawal dari adanya informasi yang disampaikan masyarakat kepada Polisi tentang maraknya peredaran narkotika jenis sabu yang diduga dilakukan oleh tersangka DY.

“Berbekal informasi masyarakat, lalu personil melakukan upaya penyelidikan dan kemudian melakukan penangkapan terhadap tersangka,” jelas Khairul Yassin.

Setelah tersangka berhasil diamankan, dalam proses penggeledahan, Polisi berhasil mendapatkan barang bukti berupa 2 buah plastik klip berisi kristal putih yang diduga Narkotika jenis sabu yang disembunyikan dalam bungkus rokok.

“Barang bukti kami dapatkan dari saku baju yang dipakai tersangka,” bebernya.

Dalam proses interogasi, dihadapan Polisi tersangka mengaku sedang dalam perjalanan mengantarkan pesanan sabu kepada seorang pemesan berinisial F yang saat ini sedang dalam penyelidikan polisi.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka berikut barang bukti diamankan ke Mapolres Pringsewu guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

“Dalam proses penyidikan, tersangka diduga melanggar undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan diancam dengan hukuman kurungan minimal 5 tahun dan maksimal hingga 20 tahun penjara,” terang Khairul Yassin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.