APBD Cilacap 2023 Diproyeksi Rp 3,5 Triliun, Defisit Capai Rp 500 Miliar

Penulis:   Gita Fetty Utami | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Suasana musrenbang Kabupaten Cilacap. Foto: Gita FU

CILACAP, Metasatu.com — Masih banyak rencana pembangunan di daerah Cilacap yang hingga kini belum terealisasi. Hal itu terungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Cilacap untuk tahun 2023.
Kegiatan digelar di Sentul Park Cilacap, Kamis (10/3/2022) dan dibuka oleh Bupati Tatto Suwarto Pamuji. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Ketua DPRD Taufik Nurhidayat, Sekretaris Daerah Farid Ma’ruf, kepala OPD, lembaga/instansi pusat dan vertikal, akademisi, tokoh masyarakat, perwakilan dunia usaha, serta stakeholder.

Dalam paparannya Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Farid Ma’ruf menjelaskan, pendapatan daerah Kabupaten Cilacap dalam RKPD 2023 diproyeksikan sebesar Rp 2,993 triliun yang bersumber dari PAD sebesar Rp 789,659 miliar, dana transfer diluar DAK dan bantuan keuangan provinsi sebesar Rp 2,183 triliun. Ditambah pendapatan lain-lain daerah yang sah sebesar Rp 20 miliar.

“Pendapatan daerah di 2023 diproyeksikan sebesar Rp 2,993 triliun. Sedangkan belanja daerah diprediksi mencapai Rp 3,579 triliun,” paparnya.

Adapun rincian proyeksi belanja daerah pada tahun2023 sebesar Rp 3,579 triliun tersebut meliputi: belanja operasi sebesar Rp 2,319 triliun, belanja modal sebesar Rp 682,276 miliar, belanja tidak terduga sebesar Rp 50 miliar dan belanja transfer sebesar Rp 528,048 miliar.

“Sedangkan pembiayaan daerah untuk menutup defisit antara pendapatan dan belanja diproyeksikan sebesar Rp 585,796 miliar,” tambahnya.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengatakan, belanja daerah tahun 2023 diarahkan untuk pemenuhan pembiayaan belanja yang bersifat wajib. Serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kegiatan strategis bagi prioritas pembangunan Kabupaten Cilacap.

“Belanja di 2023 diarahkan untuk belanja wajib dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Misalnya ada belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Tatto juga menyampaikan program dan kegiatan pembangunan daerah Kabupaten Cilacap Tahun 2023, diprioritaskan untuk mengatasi masalah-masalah pembangunan yang belum tercapai berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan program kegiatan tahun sebelumnya, yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Koordinator LSM Seroja Ekanto Wahyuning Santoso mengemukakan catatan untuk Pemerintah Kabupaten Cilacap.

“Bahwa Musrenbang tahun ini masih dibayangi oleh adanya Covid-19, sehingga apa yang direncanakan tahun APBD 2023 dibayangi rasionalisasi yang berujung pada refokusing (anggaran). Walaupun harapan kita dari pandemi ke endemi Covid-19 tentunya hal itu tidak akan terjadi,” ungkapnya pada Metasatu.

Ekanto berharap Pemkab dan DPRD Cilacap konsisten melaksanakan hal-hal yang sudah direncanakan di tahun 2023, melalui pembahasan-pembahasan di DPRD.

Ditambahkan Ekanto, apabila rasionalisasi akibat terbatasnya kemampuan anggaran tetap terjadi maka skala prioritas menjadi acuan.

“Kami minta saat terjadi rasionalisasi atau apapun yang berkaitan dengan pengurangan kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan melalui musrendes, musrencam, musrenbang ini, tetap mengacu pada skala prioritas. Utamanya pada saat melakukan pengurangan kegiatan yang bersifat pembangunan-pembangunan di daerah,” tegas Ekanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.