Angka Kekerasan Perempuan dan Anak di Wonogiri Memprihatinkan

Penulis:   Katman | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Suasana rapat di kantor Desa Gambirmanis. Foto: Katman

WONOGIRI, Metasatu.com – Angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Wonogiri yang masih tinggi menjadi perhatian semua pihak . Bupati menekankan, kasus pelecehan seksual tidak boleh diselesaikan secara kekeluargaan, melainkan harus diproses secara hukum.

Demikian disampaikan Bupati Wonogiri melalui Sekretaris Camat Pracimantoro .Sumanto SIP, dalam rapat pembinaan perangkat desa, Senin (14/3/2022) di kantor Desa Gambirmanis. Rapat yang mengangkat tema Perlindungan Perempuan dan Anak juga dihadiri DPRD Wonogiri Iwan Ari Purnomo (Wawan) dan Kanit Reskrim Polsek Pracimantoro Bripka Andi Sulistiono

Diuraikan Sumanto, kasus pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di bawah umur masih menjadi permasalahan yang dihadapi Kabupaten Wonogiri.

“Dari permasalah itu, kasus pelecehan seksual mencapai 83 persen, kekerasan fisik dan verbal 14 persen, sedangkan 3 persen sisanya kasus penelantaran. Korbannya paling banyak adalah perempuan pada rentang usia 11 sampai 18 tahun yang mencapai dengan 94 persen, sementara kasus pada anak usia 6 tahun sebanyak 4 persen, dan 2 persen menimpa balita,” beber Sumanto.

Menurut Sekcam, Bupati Wonogiri juga menyinggung tentang kasus pelecehan ayah tiri terhadap anak tirinya yang terjadi di Desa Gebangharjo dan baru terbongkar setelah 5 tahun.

“Bupati bersikap tegas bahwa kasus pelecehan seksual maupun kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak tidak boleh diselesaikan secara kekeluargaan, namun harus melalui proses hukum,” ujar Sumanto.

Sementara Kanit Reskrim Pracimantoro menjelaskan, dari sekian banyak kasus yang terjadi di Wonogiri semuanya berada di luar Desa Gambirmanis. Meski begitu, sosialisasi ini, menurut Andi, tetap perlu dilakukan di Desa Gambirmanis sebagai langkah antisipasi.

“Lebih baik mengantisipasi dari pada sampai ada kejadian,” ujar Andi.

Andi juga berpesan agar para orang tua memperhatikan betul pergaulan anak-anak mereka. Andi juga berharap angka pernikahan dini bisa ditekan. Sebab perempuan yang menikah di usia yang terlalu muda lebih beresiko terkena kanker rahim.

Tugas Perangkat Desa

Di luar kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, Sekcam Sumanto juga menyinggung soal tugas-tugas pokok dan kinerja perangkat desa seperti kepala desa, kepala dusun, serta ketua RT dan RW.

“Kinerja perangkat desa harus dimaksimalkan, patuh dengan jam kerja. ini berlaku untuk semua, baik kades, kadus, maupun staf kelurahan.”

Terkait ketidakhadiran Camat Pracimantoro, Warsito, dalam rapat tersebut, Sekcam mengonfirmasi yang bersangkutan sedang sakit.

“Pak Camat saat ini dirawat di RSU Wonogiri di ruang isolasi, tapi bukan karena Covid-19,” tegas Sumanto.

Meski  tidak dihadiri oleh camat, rapat pembinaan perangkat desa berjalan lancar dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.