Anak Anggota Dewan Metro Usai Nyabu Terjaring Ops Antik Krakatau 2022

Penulis:   Naim Emel Prahana | Editor:  NEP
oleh

METRO, Metasatu.com—Dari 19 (sembilan belas) orang yang terjaring Operasi Antik Krakatau 2022 Polres Kota Metro, salah satunya anak anggota DPRD habis nyabu bersamateman-temannya diamankan pihak kepolisian.

Berdasarkan keterangan Kasat Narkoba Polres Kota Metro, Iptu Abdullah Efendi Siregar, Selasa (5/4/2022) mengatakan, ke-19 orang yang terjaring Operasi Antik Krakatau (Ops Antik Krakatau) 2022 di wilayah Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro.

Dijelaskan AE Siregar, Ops Antik Karakatau mulai dilaksanakan tanggal 18—31 Maret 2022 dan salah satu hasil ops tersebut dapat menjaring sebanyak 19 orang dan enam orang diamankan saat ops usai pesta sabu di daerah Metrop Selatan.

“Keenam remaja tersebut diamankan di lokasi Kelurahan Margorejo, Metro Selatan,” jelas AE Siregar.

Adapaun keenam remaja yang diamankan usai pesta sabu kata Siregar terdiri dari  RAK (25) warga Margorejo Metro Selatan, FS (25) warga Margodadi Metro Selatan, SFK (24) warga Margorejo Metro Selatan, ARI (22) warga Margorejo Metro Selatan dan CH (25) warga Pekalongan, Lampung Timur serta BG (25) warga Imopuro Metro Pusat yang merupakan anak anggota DPRD kota setempat.

“Penangkapan keenam remaja itu terjaring pada Operasi Antik Krakatau yang dilakukan sejak 18 hingga 31 Maret 2022,” jelasnya.

Menurut AE Siregar, kKeenam remaja tersebut ditangkap di Jl Kencana Indah RT 05 RW 02 Margorejo, Metro Selatan, Senin (28/3/2022) sekira pukul 23.30 WIB.

“Penangkapan itu tidak terlepas dari laporan masyarakat yang diterima kepolisian dan saat dilakukan penangkapan ditemukan barang bukti (BB) sabu sisa pakai dan alat hisap,” jelas Kasat Narkoba itu lagi.

Ditambahkannya, usai penangkpanan dari pengakuan keenam remaja tersebut mengatakan, mereka mengonsumsi sabu dengan paket sebesar Rp200 ribu.

“Mereka mengaku beli dari bandar di Metro Selatan dan mereka merupakan pengguna aktif eringkali mengonsumsi narkoba,” ujar Kasat Narkoba mengutipo keterangan dari keenam remaja yang berhasil diamankan itu.

Selain enam remaja itu, pihak petugas ops Antik Krakatau berhasil pula menjaring Pasutri (pasangan suami istri), pasutri itu warga Kampung Putra Aji II Kecamatan Sukadana, Lampung Timur berinisial DKW (32) dan istrinya AASG (27).

Lalu, ada tersangka lainnya berinisial TINP (26) warga Kelurahan Tejoagung dan AP (22) warga Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur, AH (44) warga Jl Selagai RT 003 RW 002 Kelurahan Iringmulyo Kecamatan Metro Timur.

Kemudian ungkap Kasat Narkoba, tersangka lain RSP (18), warga kelurahan Karangrejo, RT 034 RW 009, Metro Utara, FS (25) warga Kelurahan Margodadi, Lingkungan III RT 009, RW 003, Margodadi Kecamatan Metro Selatan, AH (28) warga RT 007 RW 002, Kelurahan Mulyosari dan NAS (26) warga Jl Piagam Jakarta RT 005 RW 002 Mulyojati Metro Barat.

Kemudian, FS (37) warga Dusun Karangsuyo, RT 007 RW 003 Kelurahan Negaranabung, Sukadana, Kabupaten Lampung Timur. Petugas juga berhasil mengamankan empat lainnya, berinisial RDS (27) warga Jl Satelit 1, LA (24) dan YAC (21) warga Jalan Terong.

“Mereka itu merupakan warga Kelurahan Iringmulyo Kecamatan Metro Timur,  sementara ER (26) merupakan warga Dusun Winongsari RT 011, RW 004, Desa Sumberagung, Batanghari Lampung Timur,” tambah Kasat.

Kasat Narkoba selanjutnya mengatakan, dari 19 orang yang terjaring Operasi Antik Krakatau 2022, pihaknya  berhasil mengungkap delapan laporan polisi (LP).

“Total ada 8 laporan polisi, tiga tempat dengan 3 orang tersangka yang diamankan merupakan target operasi, sementara lima LP dengan 16 tersangka lainnya bukan  target operasi (TO). Keseluruhan yang diamankan 19 orang,” jelasnya.

Lebih lanjut diterangkan AE Siregar, selama operasi pihaknya mengamankan BB  berupa 1,75 gram sabu dan 0,35 gram ganja.

Pada kesempatan tersebut Kaur Bin Ops (KBO), IPDA Gunarto menegaskan ke 19 orang terjaring Operasi Antik masih diamankan di Mapolres.

“Semua yang terjaring operasi antik ini masih kita amankan di Polres Metro,” kata Gunarto yang sekaligus menempis isu yang beredar mengatakan tersangka yang ke luar.

“Itu tidak benar alias Hoaks,!” kata dia seraya menegaskan bahwa tidak ada yang dibebaskan. Jadi, masyarakat jangan mudah percaya informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.