Ajakan Membaca Sejarah dari Film Maos

Penulis:   Gita Fetty Utami  | Editor:  Gita FU
oleh
Suasana pemutaran perdana film musikal Maos (atas). Sutradara diapit sejumlah pemain film Maos (bawah). Foto: GFU

CILACAP, Metasatu.com — Sangkanparan Visual Multimedia sebagai rumah produksi seni visual asal Cilacap, kembali menghadirkan karya terbarunya. Sebuah film musikal berlatar belakang sejarah berjudul Maos, yang diputar perdana di Studio 2 Dakota Cinema, Minggu (31/7/2022).

Dalam kata sambutannya Insan Indah Pribadi selaku pendiri Sangkanparan Visual Multimedia dan sutradara film Maos, mengungkap asal ide cerita.

“Sebenarnya ini adalah pengembangan cerita. Ide muncul setelah mendengar cerita Mas Tonik Sudarmaji bahwa dulu di Cilacap pernah ada seorang perempuan yang ikut andil dalam gerakan melawan Belanda,” bebernya.

Menurut Tonik, perempuan bernama Wartinem itu telah melahirkan motif batik berupa simbol dan sandi. Ketika Laskar Diponegoro kembali ke desanya, dimulailah pergerakan sederhana melawan penjajah. Lalu simbol dan sandi pada motif batik tersebut dipakai Laskar Diponegoro untuk mengecoh Belanda.

Tonik Sudarmaji sendiri adalah salah satu cicit dari keluarga besar Wartinem dan Cawikarya, salah satu pelaku usaha batik di wilayah Penatusan, Maos, Cilacap.

Selain menambah bumbu dengan cinta segitiga, Insan juga memasukkan unsur musik, tari, dan budaya, agar kisah berlatar belakang sejarah ini mudah dinikmati.

Film yang dikerjakan selama pandemi 2021 ini mendapat dukungan berupa peralatan, dan sarana prasarana dari Kemenparekraf.

“Film ini adalah film yang terwujud berkat cinta dan dukungan banyak pihak. Saya berhutang rasa terima kasih dan syukur pada banyak pihak yang telah membantu mewujudkannya, termasuk keluarga saya,” ucap Insan.

 

Sambutan Badan Perfilman Indonesia

 

Erlan Basri, Ketua Bidang Organisasi dan Jaringan Badan Perfilman Indonesia (BPI) yang juga pengajar di Fakultas Film dan televisi IKJ, berpendapat bahwa Cilacap luar biasa.

Ia mengakui perjalanan Sangkanparan yang luar biasa, dan cukup banyak menghasilkan karya yang bisa bicara di level nasional.

Bahkan ada lulusan Sangkanparan yang mendapatkan beasiswa di Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Erlan tahu benar kualitas Sangkanparan, bisa menghasilkan alumnus yang kelak profesional di bidangnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat bergulir menjadi guliran ekonomi kreatif, dan menghidupkan masyarakat serta pekerja film di daerah.

Tak lupa Erlan berharap ada dukungan Pemkab terhadap komunitas film daerah. Sehingga terbentuk embrio bagi Komisi Film Cilacap, sebagaimana yang tengah digagas oleh BPI bersama Kemenko Marves, Kemenparekraf, dan Kemendikbud.

“Semoga film yang menggali kekuatan lokal bisa menjadi kekuatan global,” ucapnya di akhir sambutan.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menanggapi langsung harapan BPI yang disampaikan oleh Erlan tersebut.

Tatto menyatakan apresiasi terhadap pemutaran film Maos tersebut. Sebab di dalamnya membawa pesan budaya, yang berarti mengangkat nama Cilacap hingga ke luar daerah.

“Ini nanti bukan hanya kebangkitan ekonomi kreatif, tapi semua bidang ekonomi. Sekali lagi saya ucapkan selamat dan sukses untuk Insan dan Sangkanparan,” tandasnya.

 

Pendukung Film

 

Film musikal Maos sendiri berdurasi sekira 38 menit. Para pemerannya antara lain Dian Primaswari, Riyadh Ginanjar, Yahya Abdul Majid, Hendy Santana, Addin Santana, Wisnu, Widodo.

Aransemen musik melibatkan musisi lokal seperti Nevi Wahyudi, Singgih Baruna, Deni Susilo, Agung, Bambang, dan Iwan. Vokalisnya adalah Ridho Rokhanah, Yahya Abdul Majid, serta Hendy Santana. Proses rekaman dilakukan di Anane Music Studio.

Para penari serta penata gerak yang terlibat dalam proses syuting berasal dari Sanggar Rama dan Sinta, Adipala, Cilacap, di bawah asuhan Noval.

Turut hadir dalam pemutaran perdana film Maos beberapa OPD dan jajarannya, Wakil Ketua DPRD Cilacap Sindy Syakir,  Duta Wisata Cilacap, komunitas Cinema Lovers, dan tamu undangan lainnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *