79 Persen Perempuan Indonesia Pernah Menjalankan Bisnis

Penulis:   Yon Bayu Wahyono | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Ilustrasi

JAKARTA, Metasatu.com – Perempuan memiliki peran penting dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan perekonomian nasional.

Terlepas dari ukuran bisnis yang dijalankan, dari hasil survei yang digelar Populix terungkap, 79 persen responden mengaku pernah menjalankan usaha dengan menjual produk atau menawarkan jasa, dan mayoritas mengatakan akan terus menjalankan usahanya di masa depan

Demikian dijelaskan Chief Operating Officer Populix, Eileen Kamtawijoyo melalui keterangan pers yang diterima Metasatu, Kamis (21/4/2022)

“Dari survei terbaru dengan tema The Womenpreneurial Spirit in Indonesia yang kami lakukan. terungkap mayoritas perempuan Indonesia pernah berwirausaha untuk mencari penghasilan tambahan,” ujar Eileen.

Menurut Eileen, survei Populix menunjukkan bahwa 53 persen responden perempuan pernah menjual produk buatan orang lain, 33 persen menjual produk buatan sendiri, 30 persen menawarkan jasa, 13 persen membuat produk untuk dijual oleh orang lain, dan 10 persen bergabung menjadi anggota pemasaran bertingkat (Multi-Level Marketing/MLM).

Adapun jenis produk yang paling banyak dijual oleh responden perempuan adalah makanan (56 persen), pakaian (41 persen), dan kosmetik (27 persen). Sementara itu, juru ketik (14 persen), joki (9 persen), endorsement (6 persen), layanan antar-jemput (6 persen), dan jasa penerjemah (3 persen) merupakan pekerjaan sampingan dan layanan jasa yang paling banyak digeluti oleh perempuan Indonesia.

“Untuk mempromosikan usaha mereka, para perempuan memilih untuk menggunakan platform pemasaran digital dan word-of-mouth,” kata Eileen.

Secara khusus, tiga saluran utama yang dipilih adalah aplikasi pengiriman pesan (WhatsApp, Line, dan sebagainya), media sosial (Facebook, Instagram, TikTok dan sebagainya), serta menawarkan langsung kepada teman dan keluarga.

Sementara alasan utama yang mendorong perempuan memutuskan untuk berwirausaha adalah menambah penghasilan pribadi (74 persen). Selain itu, para perempuan juga menjalankan usaha untuk mengisi waktu luang (47 persen), membantu perekonomian keluarga (35 persen), mencari kesenangan (25 persen), dan memanfaatkan momentum (19 persen).

Menariknya, terdapat 43 persen responden perempuan yang mengatakan mereka akan memanfaatkan momentum Ramadan untuk menjalankan usaha. Di antara responden tersebut, sebanyak 66 persen responden berencana untuk menjual makanan, 37 persen  responden berencana untuk menjual aneka minuman, dan 35 persen responden akan menjual pakaian.

Riset Populix juga menunjukkan, 5 dari 10 responden perempuan masih menjalankan usaha secara aktif, dan 65 persen responden berencana untuk terus menjalankan usahanya di masa depan.

Eileen menuturkan, untuk menjaga daya saing, pelaku UMKM dituntut untuk terus beradaptasi mengikuti perkembangan digital dan permintaan pasar.

“Sebagai bentuk komitmen Populix untuk memberdayakan para pahlawan ekonomi dengan keputusan berbasis data, kami memiliki layanan survei self-service Poplite yang dapat digunakan para pelaku UMKM, termasuk mereka yang sempat berhenti dan berencana untuk kembali memulai usahanya. Dengan Poplite, para pelaku UMKM bisa membuat survei sederhana untuk mengetahui persepsi calon pelanggan terhadap usaha yang akan kembali mereka geluti. Dengan begitu para pelaku UMKM ini bisa mengikuti perkembangan tren pasar, bahkan melakukan inovasi produk atau jasa yang mereka tawarkan, dan mendapatkan penghasilan yang lebih maksimal,” jelas Eileen.

Survei The Womenpreneurial Spirit in Indonesia dilakukan pada tanggal 1-9 Maret 2022 terhadap 1.492 responden berusia 18-55 tahun di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.