Kristhina L Mano: Perempuan Papua itu Profesional, Asalkan Tahu Menempatkan Diri

Penulis:   Fredy Suni | Editor:  Yon Bayu Wahyono
oleh
Kristhina R.I. L Mano dalam satu kegiatan. Foto: dokpri

Metasatu.com – Sebagai perempuan, ketika berada di lingkungan kerja kita harus profesional. Namun, ketika kita sampai di rumah, harus menyadari perannya sebagai seorang istri. Di mana kita harus mengurus anak, suami, dan mungkin saja kakek dan nenek dari orang tua suami atau pun kita sendiri.

Demikian dikatakan Kristhina R.I. L Mano, Ketua Tim Penggerak PKK Jayapura sekaligus anggota DPRD Jayapura Papua ini, yang juga aktivis perempuan dan pejuang feminisme di tanah Papua. Nama dan kiprahnya telah melampaui batas wilayah hingga meraih Anugerah Perempuan Indonesia (API) 2022.

“Namun tak bisa menutup kemungkinan di zaman sekarang, pekerjaan yang dilakukan oleh perempuan juga harus dilakukan oleh laki-laki di dalam kehidupan berkeluarga, demi terciptanya keharmonisan sebagai suami dan istri,” tegas Ketua Federasi Olahraga Karate-DO Indonesia (FORKI) ini.

Kepada Wartawan Metasatu Frederikus Suni, Selasa, (1/2/2022). Kristhina berkenan menjawab sejumlah pertanyaan seputar program-program yang akan ditawarkan kepada masyarakat Papua, usai meraih Penghargaan API 2022 kategori Pemimpin Organisasi Perempuan dan Olahraga Provinsi Papua dari Economi Review.

Berikut petikan petikan wawancaranya:

Sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Jayapura sekaligus anggota DPRD dan pejuang feminisme di tanah Papua, langkah konkrit apa yang akan ditawarkan kepada masyarakat Papua, setelah mendapatkan penghargaan API 2022?

Langkah konkrit yang akan saya tawarkan kepada masyarakat Papua, khususnya perempuan adalah saya ingin perempuan Papua menjadi perempuan yang maju dan mandiri.

Dalam arti, dari sisi pendidikan kita tidak boleh kalah dari lak-laki. Karena kita mempunyai kesempatan yang sama dengan laki-laki. Oleh sebab itu, kita wajib memperjuangkan kesempatan yang diberikan oleh orang tua dan keluarga kita.

Walaupun kita harus tetap menghargai adat-istiadat Papua yakni perempuan adalah nomor 2 atau perempuan selalu ada setelah kaum laki-laki.

Saya juga ingin menyampaikan kepada kaum muda perempuan bahwa mari memanfaatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan dengan sebaik-baiknya. Sehingga, masa depan kita sebagai perempuan itu, benar-benar nanti bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun untuk keluarga.

Jika program itu berhasil dijalankan oleh Ibu dan timnya, kelompok usia berapa sajakah yang akan dilibatkan? Dan siapa sajakah partner kerja yang dianggap paling tepat untuk menjalankan program tersebut?

Yang menjadi perhatian khusus dari program yang saya dan tim tawarkan kepada masyarakat adalah anak-anak perempuan, terutama yang sudah remaja, dengan harapan mereka memanfaatkan kesempatan yang ada. Kesempatan untuk bersekolah dan mengerjakan hal-hal yang positif.

Dalam setiap program-program kerja yang saya jalankan selama ini bersama tim, saya juga melibatkan organisasi-organisasi internal maupun eksternal yang bergerak di bidang kemanusiaan di Kota Jayapura.

Kebetulan saya juga bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Jayapura, dan juga berkolaborasi dengan partai politik.

Dalam melaksanakan program ini, saya juga di bantu oleh pemerintah setempat, organisasi perempuan lainnya , sehingga sejauh ini semua berjalan dengan baik.

Mengapa melibatkan mitra-mitra eksternal? Adakah alasan yang tepat untuk menjelaskannya?

Saya ingin menyakinkan kepada publik bahwa perempuan itu mampu jika diberikan tanggung jawab. Sebagai kaum perempuan kita juga harus bisa berbenah diri, mandiri, dan mampu ketika tanggung jawab itu diberikan kepada kita.

Saya rasa sekarang apa yang dilakukan oleh laki-laki juga bisa dilakukan oleh perempuan. Kecuali, dalam masa hamil, menstruasi, melahirkan, dan menyusui. Selain itu, perempuan mau jadi pejabat dan berbagai bidang profesi di zaman sekarang tentu saja bisa.

Di mana sajakah lokasi pertama dan efektif yang akan dijadikan sebagai sasaran dari program tersebut?

Program-program yang saya katakan di atas itu sementara berjalan. Selaku Ketua Tim Penggerak PKK, tentunya ada waktu tertentu saya harus mengunjungi mama-mama di kampung dan kelurahan yang ada di kota Jayapura.

Kapan program itu mulai berjalan?

Setiap tahun kami punya program yang sama dan kami rutin lakukan dari kampung ke kampung dan antar kelurahan. Nah, Mengapa perempuan menjadi perhatian dari organisasi tersebut? Karena dalam diri perempuan itulah terletak segala sesuatu yang kita harapkan.

Contohnya, kita ingin masa depan dan sumber daya manusai di Papua itu benar-benar berkualitas. Penggerak utamanya adalah perempuan sendiri.

Oleh sebab itu, perempuan mempunyai tanggung jawab yang luar biasa. Dari sisi adat, perempuan juga diberikan tanggung jawab yang luar biasa juga.

Yang pertama; Mama-mama atau perempuan di Papua itu adalah mama-mama yang kuat. Karena selain mereka mengandung, menyusui, dan membesarkan anak. Tetapi mereka juga mempunyai tanggung jawab untuk menghidupi anak dan keluarga.

Bagaimana jika program itu tidak berjalan sesuai dengan harapan? Lalu, bagaimana solusi yang terbaik untuk mengatasinya?

Jika organisasi perempuan yang kami lakukan di Papua tidak berjalan dengan baik, kami akan mengadakan evaluasi di akhir tahun. Tujuannya kami bisa mencari faktor-faktor penghambat dan cara-cara yang tepat dan praktis untuk dilanjutkan di tahun yang akan datang.

Apa pesan yang ingin disampikan kepada kaum perempuan, khususnya di Papua?

Perempuan di Papua sudah menduduki jabatan-jabatan tertentu di lingkungan birokrasi, partai politik, atau pun di organisasi-organisasi lainnya. Satu hal yang masih kami mengalami kesulitan adalah membedakan ketika di lingkungan kerja, kami mendapatkan posisi yang lebih tinggi, sampai di rumah pun kami membawa ritmenya dalam kehidupan berkeluarga.

Kalau boleh sebagai perempuan kita harus lebih profesional. Di mana kita harus menempatkan diri yang tepat pada ruangnya. Artinya kapan kita menjadi seorang pemimpin, dan kapan kita menjadi seorang istri.

Saya kembali menegaskan kepada perempuan Papua bahwa kita juga memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki di dalam ruang publik. Bahkan kita pun memiliki potensi untuk melebihi laki-laki juga.

Mari sebagai perempuan Papua, kita juga memiliki ruang yang sama dengan perempuan di daerah lain, kita juga memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki, dan kita pun bisa melebihi laki-laki.

Asalkan kita tidak melupakan kodrat kita sebagai perempuan. Oleh sebab itu, seorang perempuan dituntut untuk profesional untuk melakukan segala tugas dan tanggung jawabnya. Peran perempuan dibutuhkan dalam pembangunan dan pergaulan perempuan di tengah masyarakat sosial dan budaya Papua.

Perempuan juga harus menghargai norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat, sehingga perempuan tidak dipandang rendah oleh masyarakat. Perempuan juga mampu menyelesaikan masalah-masalah yang ada di lingkungan kerja dengan hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.